Home | Wisata | Kuliner | Budaya | Religi | Event | Pasar Tradisional | Belanja | Bisnis | Travel Agent

Pertunjukkan Wayang Tanah

 

Pertunjukkan Wayang Tanah di Solo
 

Pertunjukkan Wayang Tanah

 

 


27 Maret 2010  - 01 April 2010

 

Tempat: Padepokan Lemah Putih, Mojosongo Solo
Bonorejo Rt 01/ RW 02, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
 

 

 

 

WAYANG TANAH
Sinta ( Jahitan Tanah )

“Buatku wayang adalah sebuah pintu masuk”, kata Slamet Gundono. Pintu ini yang menghantarkan kita untuk menyelami ruang dan waktu yang kita jelajahi. Ruang yang dimaksud adalah ide-ide yang disampaikan dalam sebuah cerita. Cerita mengenai realitas kehidupan, kebahagiaan dan berbagai persoalan-persoalan kehidupan. Wayang yang pernah dipentaskan oleh Slamet Gundono diantaranya Wayang Suket, Wayang air dan Wayang api (dalam proses). Intensitas menganasir alam ke dalam seni pewayangan inilah yang menjadikan Slamet gundono terus memelihara spirit hidupnya, kali ini ia akan kembali membuat pertunjukan yang disebut Wayang Tanah.

 

Wayang tanah mengambil ide dari filosofi tanah. Tanah memilki sifat yang suci, menjaga/melindungi, sumber kehidupan dan memberi manfaat bagi sekitarnya. Tanah senantiasa menjaga kesucian dari segala sesuatu yang mencemari. Ia mensucikan air yang masuk ke dalam tubuh tanah. Hal ini karena tanah memiliki proses pencucian air dari tiap-tiap lapisannya. Ia bersifat terbuka dan tidak angkuh. Terbuka dari kedatangan hewan yang ingin bersahabat dengannya. Tanah juga memberikan sumber kehidupan bagi tumbuhan yang berdiri diatasnya. Bagi manusia tanah adalah ibarat seorang wanita yang diberi benih, member keturunan dan yang perlu di jaga keberadaannya dan dipelihara karena telah memberikan dedikasinya bagi kehidupan.

 

Cerita wayang tanah berangkat dari sosok Dewi Sinta memiliki sifat yang serupa dengan tanah. Pada dasarnya sinta juga adalah tanah. Sinta seorang wanita yang menjaga cintanya rama. Sinta pun adalah seorang ibu dari putra-putrinya. Namun semenjak Sinta tinggal bersama Rahwana, hubungan Ia dengan rama menjadi renggang. Rama menaruh curiga dengan Sinta. Sinta di anggap sudah tidak suci lagi. Sinta pun sudah berusaha menjelaskan kepada Rama. Namun Rama tetep saja tidak percaya dengan perkataan Sinta. Hingga suatu waktu, Rama meminta Sinta untuk membuktikan kesuciannya. Dan Sinta pun menuruti permintaan Rama utnuk membuktikan kesuciannya. Dan dari permbuktian itu, ternyata Sinta benar-benar suci. Akan tetapi Rama tetap saja tidak percaya. Sinta tidak tahan lagi dengan perlakuan Rama yang juga suaminya sendiri. Pada akhirnya Sinta memutuskan untuk pergi memasuki ibu pertiwi. Ibu pertiwi merengkuhnya dan seakan membuat jahitan dari tanah yang kering, gersang, rusak.

 

Pertunjukan ini dilakukan di bawah tanah sedalam 1,3 meter seluas 5x5 meter di Padepokan Lemah Putih. Tanah ini sengaja di gali dan di kembalikan lagi pada kondisi semula saat akhir pementasan. Ruang tanah yang berlobang yang sedemikian masif dimasuki oleh dalang, penari dan pengrawit. untuk menyapa bergelut dan bersetubuh dengan tanah dengan segala dimensinya. Pementasan Wayang Tanah dengan judul “Sinta (jahitan tanah)” akan digelar Rabu, 31 Maret 2010 jam 20.30 Wib di Latar Padepokan Lemah Putih Solo. Dalam pementasan Wayang Tanah ini Slamet Gundono mengajak seniman-seniman diantaranya Suprapto suryodarmo, penari spiritual yang telah lama konsen pada lingkungan alam. Suprapto merasa prihatin dengan kondisi alam saat ini yang telah terluka.

 

Penari muda Liling, kelahiran Kalimantan Timur yang kental akan budaya daerah asalnya akan menari di dalam tanah. Tarian ini sekaligus membawa sebuah pesan bahwa di daerah asalnya ia melihat kondisi lingkungan yang rusak parah. Kubangan tanah akibat penambangan emas terlihat menga-nga karena isi bumi sudah habis terkuras. Dan kini tanah itu terlihat tidak berdaya.

 

Penari Agus bendhol telah lama intens dalam menari eksploarsi tubuh dan relief-relief. Ia terkenang waktu kecilnya mengenai tanah. Semasa kecil ia senang mencari tanah liat di bantaran sungai untuk ketapel, sampai tanah itu terkikis/berlubang besar sekali karena banyak anak yang mengambilnya. Mendapat tanah liat yang baik adalah kebanggaannya. Sebelumnya, Slamet Gundono dan kawan-kawan akan mendongeng pdengan cerita “Tanah dan Dewi Sinta” di 4 desa tetangga sekitar Padepokan Lemah putih.

 

 

Rangkaian acara mendongeng dan mendalang :

 

 

1. Hari/tanggal : Sabtu, 27 Maret 2010
Jam : 19.00 WIB
Tempat : di Desa Bonoroto, Mojosongo
Acara : Slamet Gundono mendongeng dan mendalang tentang cerita tanah dan Sinta dengan Karawitan Karang Taruna Plesungan

 

 

2. Hari/tanggal : Minggu, 28 Maret 2010
Jam : 19.00 WIB
Tempat : di Desa Plesungan , Mojosongo
Acara : Slametg mendongeng di rumah Bpk. Gupon Plesungan
Jam : 20.00 WIB
Acara : Tembang Laras Madyo Santiswaran pimpinan Bpk. Waluyo Skar

 

 

3. Hari /tanggal : Senin, 29 Maret 2010
Jam : 19.00 WIB
Tempat : di Bonorejo, Mojosongo
Acara : Slamet Gundono mendongeng dan mendalang tentang cerita tanah dan Sinta

 

 

4. Hari /tanggal : Senin, 30 Maret 2010
Jam : 19.00 WIB
Tempat : di Pelangi, Mojosongo
Acara : Slamet Gundono mendongeng dan mendalang tentang cerita tanah dan Sinta

Pementasan Wayang Tanah
Hari/tanggal : Rabu, 31 Maret 2010
Jam : 20.30 WIB
Tempat : Padepokan Lemah Putih Mojosongo Solo
Acara : Wayang Tanah : Sinta ( jahitan tanah )
Pemain :
• Ki Slamet Gundono, Dalang Wayang Suket
• Suprapto Suryodarmo, Penari
• Liling, penari
• Agus Bendhol, penari

 

 

 

 

Produksi Komunitas Wayang Suket

 

Contact Person :
Suprapto Suryodarmo (081548511018)
Slametg (08179478214)
Henry (08567514324)
Novandika (085642084836)

 

Solo City Search


Bagikan informasi diatas di status Facebook Anda. (Anda harus login FB dulu)

Calender of Event

S M T W T F S
 
 
 
1
 
2
 
3
 
4
 
5
 
6
 
7
 
8
 
9
 
10
 
11
 
12
 
13
 
14
 
15
 
16
 
17
 
18
 
19
 
20
 
21
 
22
 
23
 
24
 
25
 
26
 
27
 
28
 
29
 
30
 
 
 
Add to calendar
Kaos Pasar Solo
Solo Hotel
Sunan Hotel Solo