Anda di siniBlog Warga / putra solo's blog / SIEM - Solo International Music Festival 2008
SIEM - Solo International Music Festival 2008
Sepertinya banyak yang belum tahu konsep SIEM. Sepertinya menarik untuk di diskusikan. Semoga...
SIEM-Festival & Education
even kultural
diselenggarakan secara berkelanjutan di kota Solo. Tahun pertama, 2007,
banyak kalangan mengatakan sukses , meskipun ukuran sukses bisa
relatif. Jika penonton boleh menjadi salah satu indikatornya,
kedatangan lebih dari lima puluh ribu orang selama festival, catatan
sendiri bagi seni pertunjukan Indonesia.
SIEM lahir karena kebutuhan kultural
Jika
SIEM sebagai peluang, sebaiknya dilihat sebagai proses menuju perubahan
lebih baik. Kita lelah bicara pada tataran diskursus, saatnya membuat
kerangka kerja dan membawa kesenian hidup ditengah-tengah masyarakat,
riil dan kokoh. Kesenian bagian integral dari kehidupan manusia.
Hubungan masyarakat dengan seni seharusnya menjadi metabolisme
mendorong perubahan. Perubahan politik, ekonomi dan kebudayaan disatu
pihak kesenian berada dalam kondisi psikologis, kondisi dimana kesenian
tidak bisa bicara banyak soal peradaban.
SIEM dan komunitas
Pola
kerja komunitas rupanya bisa menjawab kebutuhan. Sebagai gerakan
kultural, SIEM sedang mencari bentuk untuk tidak tergantung pada
siapapun. Komitmen dan otoritas bagian kerangka kerja yang sedang
dijalankan sepenuh hati. Festival bukan tujuan utama, festival tidak
lebih media yang dikontruksikan menjadi medan interaksi dan relasi
seniman dan masyarakat dalam pluralisme. Ketika proses itu sendiri
dimaknai bagian dari tujuan, maka kesediaan melakukan eksplorasi
ide-ide baru dan segar cara kerja yang selama ini dilakukan dalam
laboratorium dihuni beragam profesi, seniman, pengusaha, birokrat
maupun mahasiswa. Daya tahan dan komitmen dasar ujinya waktu. Bukan hal
yang aneh gerbong SIEM akan tampil wajah baru menggantikan wajah lama
yang undur diri.
SIEM 2008 diselenggrarakan tanggal 28 Oktober sampai 1 November di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo-Indonesia.
SIEM sebagai alat perjuangan kultural
Kesadaran
untuk selalu beda dan berubah bagian ideologi SIEM. Gagasan
memposisikan musik etnik di tengah kebudayaan global harus diuji. Kita
tidak melawan agresrifitas imeprialisme media, tetapi berjalan
berdampingan dengan kekuatan besar itu. Masih ada ruang sosial yang
punya kesadaran melihat dan menghargai perbedaan sebagai pilihan untuk
memperkaya nilai kemanusiaan.
SIEM sedang berproses menemukan bentuknya
SIEM
2007 dan 2008 fakta kita ada dan beda. Eksitensi SIEM ada dipundak
semua pihak, masyarakat, yang selama ini menaruh hati. Jika suatu saat
SIEM bermetamorfose menjadi suatu yang elegan, karena kebutuhan
masyarakat belajar pentingnya keteguhan hati menjaga identitas dan
peradaban.
SIEM dan mimpinya
Solo bisa
menghargai perbedaan, memiliki hati dan peradaban. Cangkul ditangan
petani apapun bisa tumbuh, kenapa kita tidak melakukan cara yang sama.
Dengan kearifan dan kesabaran kita berjuang......PASTI.
SIEM-2007
1
– 5 September 2007, Benteng Vastenburg Solo. Kawasan situs budaya yang
dibangun Baron van Imhoff tahun 1745 sebagai pertahanan tentara
Belanda. Kemudian diambil alih sebagai markas tentara dan selama kurang
lebih 30 tahun tertutup untuk umum. SIEM mengapresiasi tempat seperti
itu, bukan sekedar cagar budaya, tetapi bagian dari strategi placemen.
Kemasan (tampil beda) tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi
masyarakat yang cita rasa, estetika-nya diseragamkan oleh kekuatan
kapitalis. Jadi, festival harus punya medan magnit , dimensi resonansi,
mengusik orang keluar rumah.
JADWAL ACARA SIEM 2008 (RUNDOWN FESTIVAL)
28 Oktober 2008 - pk. 20.00 - 23.00
OPENING CEREMONY
- Kendang Rampak - solo
- Kahanan - Innisisri
- Guruh Soekarno Putera
- Dol Mayangsari - Bengkulu
29 Oktober 2008 - pk. 20.00 - 23.00
1. Shin Nakagawa
2. AL. Suwardi
3. Lumaras Budoyo
4. Syaharani
5. Glen Doyle – Aborigin, Australia
6. Kahanan - Innisisri
30 Oktober 2008 - pk. 20.00 - 23.00
1. Gamelan Fatahilah - Bandung
2. Sound of Kiser - Cirebon
3. Sonofa - Singapore
4. Kande – Aceh
5. Glen Doyle
6. Balawan
31 Oktober 2008 - pk. 20.00 - 23.00
1. Teratai Pasiana – Makassar
2. Shin Nakawaga
3. Gangsadewa - Jogjakarta
4. Reza Arthamevia
5. Yi Chen Chang - Taiwan
6. Kayu Bakar - Papua & Gilang R.
1 November 2008 - pk. 20.00 - 23.00
1. Yi Chen Chang
2. Bambang.SP - Surabaya
3. Sonofa – Singapore
4. Nedy Winuza
6. Viky Sianipar
[www.siemfestival.com]
- putra solo's blog
- Login or register to post comments
- Email halaman ini
- Printer-friendly version
- 1444 reads












Hmm saya memastikan akan datang besok di acara tersebut. Tapi masih ada satu pertanyaan yg mengganjal mengenai acara ini, yaitu cuaca hehehe..
Solo beberapa hari ini selalu hujan setiap sore-malam, gimana yah besok di SIEM ?
Jika stage di design secara terbuka seperti SIEM tahun kemaren tentu akan merepotkan jika cuacanya hujan. Tapi kl stagenya dibuat beratap so kayaknya kurang asiik juga. Bingung kan ? hehehe..
jadwalnya malam ari yak.. gak ada yg siang toh.. kan pengen liat juga emak2 yg punya baby :D
Ho oh yah, tp kyknya malam semua tuh. Kl siang puanas.. atau kl siang ada pertunjukkan lain ? Jaran Dor misalnya hehe
Ingat ga siem tahun kemareen itu ada acara namanya pra siem ? Pra siem ini bagus lho ada pementasan musik etnik di tempat terbuka, di pasar-pasar (bukan pasarsolo com lho ).. tapi tahun kok ga ada yoh ? Atau saya yg ga dengar beritanya ?
sabtu aku pulang jadi aku bisa liat siem....
song-song masa depan solo yg penuh harapan Gbu all
Bakal rame. Pasarsolo nggurudg mrono po pie ?
Lokasine ngendi cah bagus ?
masuk pake tiket lho.....
song-song masa depan solo yg penuh harapan Gbu all
song-song masa depan solo yg penuh harapan Gbu all
Sabar mas kornelius mesthi dilain waktu bisa nonton kok aku yo raiso nonton masalahe.....dadi ono koncone seng ra nonton. Seng penting sesok interview manehkan bar kuwi tanda tangan kontrak kerjoooo..
http://sigitagung.blogspot.com/
hiyo seep
song-song masa depan solo yg penuh harapan Gbu all
Siapa yg sudah dapat tiketnya? Mohon dishare donk hehe..